Wednesday, January 1, 2014

Ekspansi Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar (WADD)

Pesatnya perkembangan Bali Selatan telah mendorong batas puncak fasilitas transportasi udara seperti bandara. Pada tahun 2010, pemerintah Bali memperluas bandara untuk memiliki terminal yang lebih besar, termasuk terminal internasional baru 65000 meter persegi . Seperti tahun lalu , keramaian dan hiruk pikuk Ngurah Rai International Airport Bali didorong lagi hingga batas kapasitas akhirnya , yang memaksa pemerintah untuk memilih untuk mengembangkan bandara baru ini untuk membagi trafik udara yang padat . Bandara baru yang direncanakan di Bali utara pada tahun 2013 . hasil yang diharapkan adalah untuk mempercepat pembangunan Bali secara keseluruhan , bukan hanya di wilayah selatan. Tapi ketika tuntutan transportasi udara terus naik , hal memberikan pilihan yang sangat terbatas solusi apakah akan dibangun bandara internasional besar lain , atau menemukan konsep baru perluasan bandara sebelumnya.
Pertanyaan pertama adalah bagaimana mengakomodasi aliran lebih besar dari jumlah pesawat dengan melayani lebih parkir , dan lebih landasan pacu untuk mendarat . Dengan demikian perpanjangan ini konsep masa depan Bandara Internasional Ngurah Rai akan menambah runway sepanjang 4000m lain mampu mengambil pesawat seperti A380 atau dua pesawat kecil yang bisa tinggal landas dalam waktu bersamaan. runway baru ini akan lebih baik untuk dibangun di lepas pantai tidak dengan reklamasi pulau pasir , melainkan menciptakan platform struktur baja buatan manusia yang tidak bisa menghalangi gelombang yang bisa merusak pantai dekat Kuta dan teluk Jimbaran . Struktur baja ini ditanamkan ke dasar laut dan kemudian terumbu karang bisa muncul antara celah struktur baja .Setelah perluasan landasan pacu selesai , ekspansi berikutnya akan menjadi terminal ketiga di bagian selatan dari perimeter bandara . Ukuran terminal kira-kira 40000 meter persegi dan mampu menangani penerbangan baik internasional ( pindahan ) maupun domestik.

The rapid development of South Bali has pushed the boundaries of public transportation such as airport to their limit capacity. In 2010, Bali government expand the airport to have bigger terminals, including new 65000 sqm international terminal. As the year past, hustle and bustle of the Ngurah Rai International Airport Bali is being pushed again to the limit of thr capacity, that it force the government to opt for developing a new airport to divide these dense air traffics. The new airport was planed to be in Northern Bali in 2013. the intented result should be to accelerate the Bali development as a whole, not just its southern region. But when the demands of air transportation continued to rise, then it gives very limited choice of solution whether to built another big international airport, or to find a new concept of the expansion of the prior airport. The 
first question is how to accomodate bigger flow of airplanes quantity by serving more parking, and more runways to land. Thus this extension future concept of Ngurah Rai International Airport would be adding another 4000m runway capable of take up like a double decker a380 or two smaller planes that could take-off linearly in a time. This new runway would be best to build off coast not by reclaiming island of sand, but rather creating platform of man made steel structure that could not obstruct waves that could tear up nearby Kuta beach and Jimbaran bay. These steel structures are implanted to the sea bed and then the coral reef could spring up between the rift of steel structure. After the runway expansion finished, the next expansion would be the third terminal in the south part of the airport perimeter. The size of the terminal is approximately equal to 40000 sqm and capable to handle both international (transit) and domestic flights. 



1 comment:

  1. I think expanding the airport with additional runways and terminals is an excellent solution for accommodating increased air traffic.

    ReplyDelete