Wednesday, August 20, 2014

AUB #52 by Andre Pradiktha


Kemarin (8/8), saya sempat berbicara di acara AUB (architects under big three) yang diselenggarakan oleh popo danes architect. AUB kali ini sudah tahun ke empat dan berseri aub #52. Pada kesempatan itu saya berbicara tentang arsitektur, dengan tema architecture under new wave yang, bercerita tentang kemungkinan dan apa yang akan terjadi pada arsitektur di masa depan, saya juga menjabarkan kronologi kehidupan manusia mulai dari zaman purba hingga sekarang yang merepresentasikan ide saya tentang esensi arsitektur. saat acara berlangsung beberapa teman dari firma-firma arsitektur di Bali datang, termasuk teman-teman di popo danes, selain itu ada juga mahasiswa arsitektur udayana yang hadir dari berbagai angkatan, namun dengan topik ini acara tidak terlalu ramai, mungkin saya kurang gencar dalam mempromosikan acara ini. Beberapa pertanyaan dan tanggapan yang dilayangkan ternyata memancing diskusi yang terjadi setelah acara berlangsung. Kiranya teman-teman saya over-estimate tentang topik yang saya usung akan membicarakan hal-hal mengenai desain secara spesifik, maupun dunia keprofesionalan yang mungkin dijalani di masa depan. ternyata saya hanya memberikan gambaran maupun inspirasi tentang perjalanan arsitektur dan teknologi masa depan. Hal ini memang saya sengaja tampilkan untuk memancing pertanyaan dan sebenarnya untuk menarik minat lebih banyak orang untuk datang, namun hal ini pun tidak berhasil pada kenyataannya. Seperti halnya pada film box office, trailer-nya akan lebih terlihat keren dari pada film aslinya, mungkin itu juga yang sebenarnya terjadi pada acara kali ini. Terlepas dari hal itu sebenarnya topik yang luas yang saya bicarakan kala itu justru mendorong hadirin untuk berpikir dan intropeksi tentang kehadiran arsitektur dari masa ke masa, khususnya bangunan di kehidupan kita, bagaimana sebenarnya arti asli arsitektur, kenapa kita terpaut dengannya, kenapa arsitektur berkembang, dan dunia politik di bumi yang memengaruhinya, semuanya saya jabarkan dengan luas dengan tujuan membuka cakrawala teman-teman saya seluasnya, supaya mereka tidak berpikiran tentang kerja saja secara sempit, namun bagaimana mengaktualisasi ide, bagaimana mereka dapat berkarya dengan sepenuhnya sembari bekerja sebagai arsitek. intinya saya memberikan bocoran tentang masa depan yang saya ketahui kepada mereka, meskipun mungkin mereka sudah tahu, namun saya berusaha menghimpun dan menjadikannya narasi dari pandangan saya.
Panitia juga bertanya kepada saya tentang tantangan sebagai arsitek di masa depan, khususnya di Bali yang semakin lama semakin sulit dan banyaknya pesaing yang masuk karena demand/permintaan properti di Bali yang meningkat tahun-tahun belakangan. Mereka juga bertanya dan menanggapi tentang asean MRA, dan AFTA yang berlaku 2015 dan dampaknya kepada keprofesian arsitek. Pada akhirnya saat itu adik-adik mahasiswa yang datang akhirnya terpapar pada radiasi kelam dunia keprofesian arsitek yang semestinya tidak perlu mereka ketahui dan pikirkan dimasa mereka bereksplorasi di bangku kuliah, pada saat itu semuanya akhirnya bisa sharing dan saling belajar.

Lately (8/8), i was talking at Architects Under Big Three (AUB) held by popo danes architect in Bali. In the time i was discussing about architecture in the theme of architecture under new wave, which explain about future possibilities of architecture, also i mentioned about historical chronology about the human lifetime with their culture and building architecture in the essence. Some friends from other firms in Bali also coming, with architects working in popo danes, and students of udayana university. However in this occasion, there aren't enough crowd visiting my presentation, probably it is my mistake that i haven't get enough promotion about the activity. Some questions are quite interesting come from my fellows, in fact my friends are over estimating about the topic i presented that time, they thought about something specific about my design ideas and professional experience, the reality i only gave them pictures, and inspiration of what the topic might directed in general. This moment is quite similar to box offices trailers, which you need only to see them to know the entire coolness of a film, possibly. Along side with that situation, my intention was only to ignite their paradigm of late architecture and to  expand their knowledge, which probably they have already know, yet in this case at least i can tell them in my point of view, based on my narrative-descriptive presentation.
The organizer of AUB also try to give my question and comments about the topics, some of them point about the future profession proofing in Bali, that is harder time to time. They also commented on ASEAN MRA and AFTA plan and its impact to architecture field. In the mean time, students who were also hear the presentation and discussion also exposed to this 'kind' matter which is might be improper to their time being to study, however all the participants including me have a well-shared information an discussion at that night.

Presentation here:

No comments:

Post a Comment